Menu

Pengertian Etnografi

0 Comment

Etnografi adalah rekaman dan analisis suatu budaya atau masyarakat, biasanya berdasarkan pada pengamatan partisipan dan menghasilkan laporan tertulis tentang suatu masyarakat, tempat atau lembaga.

Etnografi telah berfokus secara mendalam pada kelompok orang yang terbatas dan dapat ditentukan. Konsep etnografi telah dikembangkan dalam antropologi sosial, tetapi istilah ini sekarang kadang-kadang digunakan secara lebih longgar misalnya untuk opini dan riset pasar.

Mengapa etnografi penting?

Etnografi sebagai teks menawarkan wawasan yang sangat baik tentang bagaimana antropolog sosial melakukan kerja lapangan mereka, bagaimana rasanya mengalami kehidupan sehari-hari di lingkungan yang mungkin awalnya tidak dikenal, dan dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terlibat dalam pengumpulan ‘data’.

Dengan menyediakan studi kasus yang spesifik dan mendalam, studi ini dapat menjadi sarana yang sangat baik untuk mengajar tentang isu-isu global seperti perubahan iklim, migrasi dan globalisasi. Bahkan ketika etnografi fokus pada praktik tertentu – seperti upacara keagamaan, atau ritual kuliner – antropolog biasanya akan menempatkan praktik dalam konteks penuh untuk memberikan penjelasan yang holistik, kaya, dan beragam.

Membaca etnografi yang baik adalah cara terbaik untuk mempelajari bagaimana antropolog sosial melakukan penelitian mereka; dan bagaimana mereka merefleksikan pengalaman mereka sendiri dan satu sama lain di lapangan, dan membangun teori mereka yang lebih luas.

Jenis penelitian etnografi

Etnografi realis

Tipe ini adalah tipe yang tradisional dimana peneliti berusaha memperoleh data individu atau situasi menurut sudut pandang orang ketiga. Peran orang ketiga sangat signifikan karena mampu memberi pandangan yang dianggap objektif terhadap fenomena yang diteliti.

Tipe ini memberi kesempatan etnografer untuk menarasikan suara dari orang ketiga terkait apa yang diobservasi. Etnografer mengambil posisi di ”belakang panggung” dan memposisikan pandangan objektif partisipan sebagai sebuah ”fakta sosial”. Laporan yang disusun oleh etnografer realis ditulis dengan tanpa terkontaminasi bias personal dan politis serta justifikasi terhadap ”fakta sosial” atau disebut juga bebas nilai.

Etnografi kritis

Tipe ini adalah tipe yang lebih kontemporer dimana peneliti ikut menyuarakan atau mengadvokasi suara kelompok sosi-kultural yang diteliti. Etnografer kritis merespons kondisi mayarakat kontemporer yang mengasumsikan bahwa sistem relasi kuasa, prestis dan otoritas cenderung memarjinalkan individu yang berasal dari kelas, ras dan gender yang berbeda.

Oleh karena itu, suara dari orang pertama hidup dalam situasi atau konteks yang diteliti sangat penting. Salah satu karakteristik tipe etnografi ini adalah adanya dorongan nilai emansipatoris yang diadvokasi oleh peneliti, dengan kata lain, tidak bebas nilai.

Metode Penelitian Etnografi

Metode etnografi merupakan desain penelitian kualitatif yang mendeskripsikan dan menafsirkan suatu kebudayaan suku bangsa, dengan tujuan untuk memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Dalam penelitian etnografi, teknik pengumpulan data yang paling utama adalah observasi partisipan dan wawancara terbuka dan mendalam, yang mana data yang diperoleh nantinya akan dianalisis secara analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensial.