Menu

Soal dan pembahasan pengantar ilmu sosiologi

0 Comment

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Berikut ini ada 5 contoh soal essay tentang sosiologi dilengkapi dengan pembahasannya

1. Jelaskan perkembangan ilmu sosiologi yang berpijak dari filsafat ilmu

Jawaban:
Filsafat ilmu membagi objek bahasannya menjadi dua yaitu objek formal dan objek material. Dari kedua objek tersebut muncul tiga kelompok ilmu pengetahuan yaitu social science, natural science dan humaniora. Sosiologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan sosial (social science). Munculnya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari perkembangan zaman dan tumbuhnya peradaban manusia. Hal serupa juga terjadi pada ilmu pengetahuan sosial yang lain seperti ekonomi, psikologi, sejarah, ilmu jiwa sosial dan sebagainya. Perkembangan ilmu pengetahuan sosial (termasuk sosiologi) terjadi sejak abad ke-19.

2. Uraikan pengertian sosiologi yang didasarkan pada pendapat para ahli

Sosiologi adalah ilmu yang berkenaan dengan kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia dalam masyarakat. Orang sering menyebut sebagai Ilmu Masyarakat. Sebagaimana definisi beberapa ahli seperti :

Menurut Ibnu Chaldun sosiologi adalah mempelajari tentang masyarakat manusia dalam bentuknya yang bermacam-macam, watak dan ciri-ciri daripada trap-trap bentuk dan hukum-hukum yang menguasai perkembangannya.

Menurut Max Weber:sosiologi adalah ilmu yang memberikan interpretasi dan pengertian-pengertian tentang perbuatan sosial

Menurut Selo Soemardjan & Soelaeman Soemardi: sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial

3. Jelaskan apa saja yang dikaji dalam paradigma fakta sosial

Jawaban: Paradigma fakta sosial dikembangkan oleh Emile Durkheim dalam “The Rules of Sociological Method”, tahun 1895 dan “Suicide” tahun 1897. Ia mengkritik sosiologi yang didominasi August Comte dengan positivismenya bahwa sosiologi dikaji berdasarkan pemikiran, bukan fakta lapangan.

Durkheim menempatkan fakta sosial sebagai sasaran kajian sosiologi yang harus melalui kajian lapangan (field research) bukan dengan penalaran murni. Teori-teori dalam paradigma ini adalah teori fungsional structural, teori konflik, teori sosiologi makro dan teori system. Yang menjadi kajian paradigma fakta sosial adalah : struktur sosial dan pranata sosial.

Struktur sosial adalah jaringan hubungan sosial dimana interaksi terjadi dan terorganisir serta melalui mana posisi sosial individu dan sub kelompok dibedakan Pranata sosial adalah norma dan pola nilai.

4. Sebutkan ciri-ciri sosiologi

Jawaban:
a. Empiris, yaitu didasarkan pada observasi (pengamatan) dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
b. Teoretis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
c. Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
d. Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

5. Sebutkan kegunaan sosiologi

Jawaban: Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. Selain itu Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik