Menu

Sebutkan 4 ciri sejarah sebagai Ilmu

0 Comment

Sejarah sebagai ilmu ialah suatu ilmu disiplin cabang pengetahuan tentang masa lalu, yang berusaha menentukan dan mewariskan pengetahuan mengenai masa lalu suatu masyarakat tertentu. Sejarah selain mempunyai objek, metode juga mempunyai pokok persoalan serta pengertian tersendiri.

Sejarah sebagai ilmu adalah susunan pengetahuan dalam suatu sistem tertentu (a body knowledge) yang disusun menurut sistem metode khusus, dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran tentang sesuatu. Karena yang menentukan sesuatu pengetahuan itu ilmu atau bukan ilmu, ialah terletak pada metode ilmiah yang dipergunakan untuk mencari kebenaran atau cara untuk mendekatinya sehingga sampai pada suatu kebenaran.

Sejarah sebagai suatu disiplin ilmu dalam istilah modern lahir pada abad ke-19 bersamaan dengan gerakan spesialisasi ilmu-ilmu sosial. Gerakan spesialisasi mendorong sejarah menandaskan jatidirinya seperti halnya dengan sosiologi, antrophologi, dan  psikologi, sehingga cakupan sejarah ini lebih sempit daripada cakupan ilmu sejarah sebelumnya.

Arsitek sejarah dalam pengertian “modern” adalah Otto van Ranke.[1] Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang menggunakan kronik maka sejarah modern menekankan penggunaan arsip dalam penulisan sejarah. Sejarah modern lahir dan berkembang dengan sponsor negara modern yang  membutuhkan legitimasi dari sejarah, dan sebaliknya sejarah menggunakan arsip-arsip yang dihasilkan oleh lembaga negara modern. Lahirnya sejarah modern bukan tanpa kritik, karena ternyata sejarah modern cenderung sebagai sejarah politik, yang menekankan peranan orang-orang besar.

Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu dalam pengertian modern tidak dapat dilepaskan dari latar belakang Eropa pada era modern. Pada masa itu ada pertentangan antara aliran filsafat positivisme dan filsafat hermeneutika. Era modern yang ditandai oleh berkembangnya rasionalisme mendorong tumbuhnya aliran filsafat Positivisme, yang beranggapan bahwa suatu ilmu harus didasarkan pada prosedur pokok: observasi/experimen – formulasi konsep-konsep – verifikasi.

Metoda dasar yang dikembangkan disini adalah metode nomotetis, yaitu suatu metoda yang bertujuan untuk merumuskan hukum-hukum yang berlaku umum (general laws) atau disebut juga membuat generalisasi. Generalisasi ini dimaksudkan untuk menerangkan (erklaeren) gejala-gejala yang diamati.

Di pihak lain, pada abad ke-19 di Eropa berkembang pula kelompok hermeneutika yang menolak keharusan metoda yang ditawarkan oleh kaum Positivis. Mereka menekankan metoda ideografis dalam kegiatan kelimuannya, yaitu usaha untuk mencapai gambaran-gambaran khusus dari gejala alam, terutama yang menyangkut kehidupan manusia. Metoda ideografis ini bermaksud menjelaskan gejala-gejala yang diamati secara mendetail agar dapat mengerti (verstehen) secara lengkap.

Ciri Ciri Sejarah Sebagai Ilmu

Empiris

Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang pertama adalah empiris atau bisa diartikan sebagai perjalanan manusia. Pengalaman yang telah dilewati oleh manusia direkam dalam bentuk peninggalan sejarah seperti dokumen maupun benda-benda. Rekaman inilah yang kemudian diteliti oleh seorang sejarawan untuk merekonstruksi peristiwa di masa lalu.

Memiliki Obyek

Ilmu sejarah tentu saja mempunyai obyek, sehingga mempunyai sasaran yang jelas. Obyek ilmu sejarah adalah manusia dalam sudut pandang waktu. Sejarah sebagai ilmu membutuhkan obyek untuk membedakan dari ilmu-ilmu lainnya.

Memiliki Metode

Ciri-ciri sejarah sebagai ilmu ketiga adalah memiliki metode. Metode yang dimaksud digunakan untuk mengamati peristiwa sejarah. Metodologi mana atau cara-cara seperti apa yang dilakukan untuk mengamati sejarah. Hal ini untuk menunjang penelitian sejarah. Metode dalam hal ini merupakan patokon bagi sejarawan untuk melakukan penelitiannya.

Memiliki Teori

Sama seperti ilmu pengetahuan lainnya, ilmu sejarah juga memiliki teori. Apa gunanya teori sejarah? yakni untuk patokan apabila kita berargumen (berpendapat) mengenai peristiwa bersejarah harus berdasarkan teori. Teori tersebut merupakan sekumpulan pendapat dari tokoh-tokoh yang telah melakukan penelitian sejarah berdasarkan bukti yang akurat.